Aku sering bermimpi, punya apa saja yang aku mau bisa apa saja yang aku ingini. Tapi membayangkan pernah memilikimu saja aku tidak pernah.
Disuatu hari yang entah kapan itu, aku bersama mu digelapnya malam, memandang rembulan yang benderang, mengikuti arus air dibawah kita, merasakan dinginnya pulau, menghempaskan diri satu sama lain, lalu tertawa dengan suara angin. aku masih saja mengingatnya sosok tinggi yang 2tahun sebelumnya lebih pendek dari aku. seseorang yang mengajarkan aku bagaimana percaya, mencinta, bahkan tertawa.
Banyak hal tentang dia yang kuingat tapi entah semuanya buyar ketika akan kutuliskan semuanya itu. Dia yang seharusnya 1tahun menemaniku terhalang dengan jarak dan waktu. aku "terpaksa" merelakan dia pergi bersama kehidupannya yang baru. Terpaksa, aku terlalu lelah menunggu didepan layar komputer tiap malamnya hanya untuk beberapa menit ngobrol dengannya.
Ini bukan fiktif, ini nyata. aku masih saja memikirkannya. Atau bahkan mencintainya. Dia orang yang selalu mendukungku, ada disetiap detak jantungku, bersemangat dibalik usaha kerasku. dia punya detak jantung yang cepat, dan disetiap detakannya... aku merasakan kehidupan yang sebenarnya. dimana aku bisa menangis, tertawa, barlaga konyol, atau bahkan marah. Itu hal yang paling aku rindu. Sekarang tidak ada lagi dia yang ada yang selalu menemaniku. dia telah menjalani kehidupan yang berbeda dengan aku. Tidak ada lagi semangat yang membara untukku, tidak ada lagi senyuman penuh arti
Bacalah ini, dan aku bukan milikmu lagi
tapi percayalah satu hal, aku selalu merindukan senyumanmu
atau bahkan syair syair manis waktu itu
Terimakasih sudah membuatku tak berhenti menulis
Terimakasih sudah jadi bahu terlebar untukku
Terimakasih sudah menemaniku menangis atau tertawa
Terimikasih sudah membuat tanggal 6 berarti hebat untukku
Terimakasih sudah mengajarkan aku tersenyum
Terimakasih ***;)
xox--xxx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar