Keadaan buruk itu tak hanya terjadi di lingkungan keluargaku .. . melainkan di lingkungan sekolahku juga ,, teman-temanku mulai menjauhiku ,, mereka bilang aku tak layak punya teman, orang seperti aku lebih layak tinggal di hutan tanpa penghuni .. !!
KASARR!!!! “apa yang sebenarnya mereka rasakan?? Aku bukan anak yang bodoh walau memang tak terlalu pandai .. ya .. biasa-biasa saja..,aku juga lebih banyak diam dan mengikuti apa yang mereka lakukan!!” aku membatin ,.
Biarlah .. ..
Aku memang tak layak punya teman. Tapi di saat keadaanku yang memburuk ada satu orang yang memperhatikan aku. Ia mau bermain atau hanya sekedar bercerita denganku . tak lain dan tak bukan ia adalah RIO ..
Ia menjadi satu-satunya temanku saat itu, karena … Kay .. ia membenciku saat hubungannya dan rio berakhir, ia bilang karena aku terlalu dekat dengan rio,. Setiap aku berpapasan dengan kay ia selalu memandangku dengan sorotan tajam dan api yang seakan menyambarku yang keluar dari bola matanya.
Tapi, ku biarkan dia berlalu ..
Beberapa waktu terakhir itu ku habiskan bersama rio .. harus ku akui , tak mudah melepaskannya, tapi aku tak bisa lagi mencintainya saat itu ,, aku juga tak tau mengapa. Dan yang kurasakan hanyalah keceriaan, kesenangan, keindahan persahabatan .. dengan rio ….
Bayang-bayang rio semakin nyata dalam kehidupanku kala itu. Selalu ku impikan saat-saat seperti itu .. aku dan rio .. hanya kami berdua. Hanya saja ..satu yang tak terelakan di fikiranku .. kay, ialah satu-satunya alasan aku melupakan rio, tapi sekarang kay sudah tak ada apa-apa dengan rio, bertemanpun tidak. Kabar terakhir yang ku dengar ,, mereka bermusuhan karena rio tidak suka pada sikap kay. Hanya itu yang ku tau .. tak lebih sedikitpun.
***
Kay adalah sahabat terbaikku. Aku tak pernah bermaksud untuk merebut apa yang ia suka, walau ia telah merebut apa yang ku damba dulu. Aku tetap menganggapnya sahabatku walau kami tak lagi berteman.
Rasa sedih yang menumpuk difikiranku semakin menjadi-jadi.
Yang ada di otakku saat itu hanyalah keluar dari masalah pertama dan merencanakan keluar dari masalah yang berikutnya.
Namun ,, semua telah terlambat … aku tetaplah aku ,, yang tak pernah bisa keluar dari masalhku sendiri, kecuali dengan bantuan orang lain. Aku sadar .. aku lemah tanpa orang-orang yang ku cintai.
Aku rasa .. aku mulai merindukan lagi kehadiran ibu disisiku walau hanya untuk sekedar menyeka air mata yang jatuh ini. Aku lelah .. ingin rasanya ku berlari ke tempat yang jauh dan tak ada orang yang perduli padaku.
Waktu tak pernah berhenti hanya untuk mengeringkan air mata ini.
Sudah saatnya aku bangkit kembali ..
Beberapa bulan berlalu,,
Kini sudah tiba untuk aku tersenyum.. bukan karena rio ,, kay ,, atau keluargaku. Tapi tentang kehidupanku selanjutnya.
***
Aku ingat .. siang itu sungguh terik. Banyak sekali orang yang berkumpul disekolahku , karena hari itu adalah hari keputusan aku lulus atau tidak. Senyum yang mengembang di wajah masing-masing siswa dan orang tuanya tak terlalu indah di wajahku. Aku tak terlalu bahagia, karena yang datang menemaniku bukanlah ayah atau ibu melainkan ka’Bima .. aku memang agak kecewa ,tapi, sudahlah! Ini semua sudah cukup membuat aku senang ..
“Aku lulus ..!” kataku sambil berteriak agak keras saking gembiranya .. ka’Bima memelukku. Baru kali ini setelah bertahun-tahun lamanya tak ku rasakan hangatnya pelukan keluarga. Sontak aku membalas pelukannya dengan erat. “aku menaruh banyak harapan padamu aii .. ku harap kau bisa menjadi apa yang terbaik bagimu !!” bisik ka’Bima dalam pelukannya.
Aku berhenti sejenak setelah melepaskan diri dari pelukan ka’Bima. Aku melihat seluruh isi sekolah .. ada yang menangiss karena tidak lulus dan ada juga yang menangis karena tidak ingin berpisah dengan teman-temannya.
“Tak ada yang patut aku rindukan disini selain seluruh isi sekolahnya!” batinku. Api dendam pada teman-temanku masih membara sampai saat itu , padahal saat itu lah terakhir kalinya aku melihat mereka.
Aku bertemu dengan rio sehabis pengumuman . aku menyampaikan rasa terima kasihku padanya, atas apa yang telah ia berikan di bulan-bulan terakhir di SMP. Aku juga mengatakan padanya, bahwa barangkali saat itu adalah saat-saat terakhir aku melihatnya. Ia terbelalak kaget. “mengapa?” tanyanya berharap ada jawaban logis dari ku. “ Aku hanya ingin memulai kehidupan baruku di tempat yang jauh lebih baik dari di sini, semua ini bukan berarti aku akan melupakanmu. Tapi aku ingin menjadi orang yang jauh lebih baik dari sebelumnya,” jawabku kala itu.
Tak banyak basa-basi .. hanya penjelasan singkat itu,. Lalu aku beranjak pergi menemui ka’Bima untuk pulang.
Sesampainya aku di rumah , tak ada yang menanyakan hasil kerjaku di SMP selama 3 tahun itu. Aku tak terkejut atas tingkah laku semuanya. Itu merupakan hal biasa bagiku saat itu.
Saat makan malam ..
Suatu hal yang tak biasa terjadi. Di meja itu semua anggota keluargaku yang tersisa berkumpul. Mereka menanyakan hasil jeripayahku di SMP. Kaget bukan kepayang .. .. “hah!! Apa ini nyata .. mengapa semuanya seakan terbalik dari biasanya???”
Aku tersenyum sesaat .. tak lama karena setelah itu keadaan kenbali normal.
***
Dalam malam yang kelam.. untuk yang kesekian kalinya aku berfikir tentang masa depan yang sudah menantiku itu.
Tak khayal aku mulai masuk kembali ke dunia kapuk ku .. mencoba menenangkan tubuh dan fikiranku sejenak yang telah lelah dan rapuh.
“bagaima kalau aku pergi ke tempat yang jauh dari semua hal yang membuatku lapuk selama ini… bagaima kalau itu benar-benar aku lakukan??? Kemana aku akan pergi?? Pada siapa nanti aku berlindung dari semua ini .. !!!”
pertanyaan-perrtanyaan yang tak pernah ada jawabannya itu menghantui aku lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar